Wednesday, September 7, 2016

Ambush In The Night



See them fighting for power
But they know not the hour
So they bribing with their guns, spare-parts and money
Trying to belittle our
Integrity now

They say what we know
Is just what they teach us
And we're so ignorant
Because every time they can reach us
Through political strategy
They keep us hungry
And when you gonna get some food
Your brother got to be your enemy

Ambush in the night
All guns aiming at me
Ambush in the night
They opened fire on me now
Ambush in the night
Protected by His Majesty

Well, what we know
Is not what they tell us
We're not ignorant, I mean it
And they just cannot touch us
Through the powers of the Most High
We keep on surfacing
Through the powers of the Most High
We keep on surviving

Yeah, this ambush in the night
Planned by society
Ambush in the night
They trying to conquer me
Ambush in the night
Anything money can bring
Ambush in the night
Planned by society
Ambush in the night


Thursday, September 1, 2016

Kebangkitan Kesultanan




Kupasan Menarik Wan Ahmad Fayhsal, Felo Sekolah Perniagaan Putra di Forum Kebangkitan Kesultanan Solusi Ketidak Kawalan Politik anjuran Akademik Kajian Rantau Nusantara (AKAR) di Seksyen 9 Shah Alam, Selangor. 30 Ogos 2015.

Monday, August 29, 2016

patah hati



Patah hatiku
Membawa derita
Merajuklah diri
Merajuk diri
Tak tentu haluan

Ku harap janjimu
Ku harap janjimu
Bahagia selalu sayang
Rupanya patah
Rupanya patah di tengah jalan

Hendak diulang
Hendak diulang
Resah menanggung sayang
Kenanglah jangan
Kenanglah jangan disebut pun jangan

Hancur hatiku
Di dalam nestapa
Mengenangkan nasib
Mengenang nasib diriku malang

Maksud hatiku
Maksud hatiku
Bahagia bersama sayang
Apakan daya
Diriku miskin
Harta tak punya

Ingin ku petik
Ingin ku petik
Bintang yang tinggi sayang
Tanganku hangus
Tanganku hangus disambar petir

Friday, August 12, 2016

renungan di hujung minggu... bersyukurlah... itulah kita


1- Kita yang lahir di tahun 50-60-70-80 an, adalah generasi yang layak disebut generasi paling beruntung. Kerana kitalah generasi yang mengalami loncatan revolusi teknologi di abad ini, dengan keadaan usia prima.

2- Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin taip.
Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menari di atas keyboard pula.

3- Kitalah generasi terakhir yang merakam lagu dari radio dengan tape recorder.
Sekaligus kita juga menikmati mudahnya memuat-turun lagu dari gadget.

4- Kitalah generasi semasa kanak-kanak bertubuh lebih sihat dari anak masa kini kerana mandi sungai, panjat pokok, melastik burung, gasing, guli, getah gerip, adalah permainan yang tiap hari akrab dengan kita. Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan pelbagai game di gadget .

5- Kitalah generasi terakhir di masa remaja yang pernah mempunyai geng yang tanpa janji, tanpa telefon/sms tapi selalu boleh berkumpul bersama menikmati malam minggu sepuasnya...
Kalau dulu kita harus bertemu untuk bergelak tawa bersama. Kini kitapun boleh berkongsi cerita melalui Facebook/WhatsApp .

6- Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa jammed di mana-mana.
Juga naik motor menikmati segarnya tiupan angin di jalan tanpa helmet di kepala.

7- Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati jalan kaki berkilo meter atau berbasikal tanpa perlu berfikir ada penculik yang membayangi kita.

8- Kitalah generasi terakhir yang pernah merasakan nikmatnya menonton tv hitam putih dengan senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah saluran sana sini.

9- Kitalah generasi terakhir yang pernah begitu mengharapkan datangnya posmen menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati.

Kitalah generasi itu?
Kongsikan ini kepada yang lain…
Biar yang belum tahu menjadi tahu
Biar yang pernah tahu tetap ingat nostalgia itu
Dan menikmati lagi indahnya masa lalu yang tidak semua generasi dapat menikmatinya

(sumber: fb Datuk Wira Dr Maznah Hamid)